Day 9: Terlihat Biasa, Padahal Sudah Sejauh Ini

 


#30HariBercerita
20260109

Selamat Hari Jumat!

Ada satu fase hidup yang cukup melelahkan, tapi jarang dibicarakan: fase di mana kita sudah berusaha keras, tapi hasilnya terlihat… biasa saja. Tidak spektakuler. Tidak bikin orang lain berdecak kagum.
Tidak cukup menarik untuk dijadikan contoh di caption sosial media bahkan. Aduhh, kita kehilangan momentum untuk memamerkan suatu hal yang kita raih ke orang lain.

Dari luar, semuanya tampak normal. Hari berjalan seperti biasa.
Tidak ada yang runtuh, tapi juga tidak ada yang melonjak. Dan justru di situ letak letihnya. Betapa capeknya kita berusaha keras namun hasilnya tidak dapat divalidasi oleh orang lain. Bukankah hidup ini untuk mencari validasi? Buat apa hidup tanpa validasi?

Kabar buruknya, ketika usaha kita tidak terlihat, kita mulai meragukan arah. Bukan karena kita malas, tapi karena kita lelah berjalan tanpa validasi itu.
Kita mulai bertanya-tanya:
“Ini beneran maju, atau aku cuma muter di tempat?”
“Harusnya sejauh ini, kok rasanya begini-begini saja?”

Apalagi saat melihat orang lain melangkah lebih cepat, lebih terang, dan lebih dirayakan. Sementara usaha kita seperti jalan kaki di lorong panjang; ada lampu-lampunya sih, tapi redup.

Namun, kabar baiknya, tidak semua progres memang ditakdirkan untuk terlihat. Ada usaha yang kerjanya sunyi, seperti; memperbaiki pola pikir, menata ulang kepercayaan diri, belajar konsisten meski tidak ada tepuk tangan di depan matamu. Bahkan, ternyata ini juga yang dilakukan oleh para scientist. Pernah melihat scientist bekerja? Gak tau kan? Tiba-tiba saja kalian bisa merasakan teknologi-teknologi sekarang untuk menunjang happiness kalian. Siapa yang membuat itu kalau bukan scientist?

Dalam buku Range karya David Epstein, dijelaskan bahwa banyak orang baru menemukan bentuk keberhasilannya setelah melewati fase eksplorasi yang panjang dan terlihat “tidak jelas arahnya”.
Dan sering kali, fase itulah yang membekali mereka dengan ketahanan.

Kehilangan arah bukan berarti tersesat. Kadang itu hanya tanda bahwa kita sedang berada di jalur yang tidak instan. Jalur yang tidak bisa dipamerkan, tapi tetap membentuk.

Dan memilih tetap berjalan, meski pelan, meski ragu, tapi itu keputusan yang tidak kecil.
Karena berhenti selalu terlihat lebih menggoda saat kita lelah. Ya, gak?

Mungkin usaha kita tidak terlihat luar biasa hari ini.
Mungkin belum ada yang bilang, “Wah, keren.”
Tapi jika kita masih melangkah, itu sudah cukup untuk hari ini.

Mungkin itu kabar buruk jika usaha kita terlihat biasa saja sampai membuat kita kehilangan arah.
Tapi kabar baiknya, kita tidak berhenti berjalan. Dan itu juga kemajuan.

So, good luck and have a nice day!

0 Komentar

Gocicil Tokopedia
Finologi Ads