Day 7: Ya Amplop, Kok Jadi Gini Ya?


#30HariBercerita
20250107

Selamat Hari Tematik #30HariBercerita: Ya Amplop!

Ada fase hidup di mana kita begitu yakin pada sesuatu.

Yakin bukan setengah-setengah, tapi jenis keyakinan yang membuat kita berani pasang badan, pasang harapan, bahkan pasang nama. Dan ketika semuanya runtuh, reaksi pertamanya jarang filosofis.
Biasanya cuma satu kalimat pendek yang keluar pelan:
“Ya amplop…” (diambil dari plesetan "Ya Ampunn..", "Ya Tuhaann!", dsb.)

Kabar buruknya, kita bisa gagal pada sesuatu yang pernah sangat kita yakini.
Bukan gagal karena kita malas atau asal-asalan, tapi justru karena kita sudah percaya sepenuh hati. Entah itu pada orang, program, rencana, atau janji yang terdengar meyakinkan.
Dan kegagalan jenis ini rasanya lebih menyakitkan, karena yang retak bukan hanya hasilnya, tapi juga kepercayaannya.

Di momen seperti itu, kepala penuh pertanyaan yang tidak segera dapat jawaban.
“Harusnya aku lebih hati-hati, ya?”
“Kenapa aku nggak lihat tanda-tandanya dari awal?”

Atau yang paling sering:
“Sebodoh itukah aku?”

Padahal, percaya bukan kebodohan. Percaya adalah keberanian. Dan setiap orang yang berani percaya pasti pernah salah. Namun, kabar baiknya, kegagalan ini tidak datang sia-sia. Ia mengajarkan kita satu hal yang mahal: kebijaksanaan dalam memilih kepercayaan. Bukan menjadi curiga pada semua hal, tapi belajar membedakan mana yang layak diperjuangkan, mana yang cukup disikapi dengan jarak.

Dalam buku Trust Yourself, Melody Wilding menulis bahwa kepercayaan yang sehat bukan tentang menutup mata terhadap risiko, melainkan tentang tetap berani melangkah sambil sadar batas.
Dan kegagalan sering kali adalah guru yang paling jujur dalam soal itu.

Kita jadi lebih pelan sebelum berkata “ya”. Lebih teliti sebelum menyerahkan waktu dan energi. Lebih berani bertanya sebelum mengikat diri. Bukan karena kita menjadi pahit, tapi karena kita belajar menghargai diri sendiri.

Mungkin setelah ini kita akan lebih sering berkata, “Boleh percaya, tapi jangan lupa jaga diri.”.
Dan itu bukan tanda trauma, itu adalah tanda kamu bertumbuh.

Mungkin itu kabar buruk jika kita gagal pada sesuatu yang pernah sangat diyakini.
Tapi kabar baiknya, kita jadi lebih bijak memilih kepercayaan.

Ya gak?

So, good luck and have a nice day!

0 Komentar

Gocicil Tokopedia
Finologi Ads