Day 5: Ketika Hidup Seperti Lomba Lari yang Tidak Pernah Kita Daftari

 


Selamat Hari Senin pertama di tahun ini!

Entah sejak kapan hidup terasa seperti lomba lari massal. Kita bangun tidur, buka ponsel, lalu mendapati orang lain sudah sampai garis finis atau setidaknya kelihatan begitu. He he, sosial media kan isinya "kelihatan"nya.
Ada yang kariernya naik, ada yang hidupnya terlihat rapi, ada yang menikah, ada yang lagi piknik, bahkan ada yang pencapaiannya seperti udah ter-checklist aja.

Sementara kita? Masih ngos-ngosan di kilometer entah berapa, sambil mikir,
“Ini jalurnya bener nggak sih?”

Kabar buruknya, merasa tertinggal itu melelahkan. Bukan karena kita benar-benar lambat, tapi karena terlalu sering membandingkan proses kita dengan hasil orang lain.
Padahal kita tidak pernah tahu latihan apa yang mereka jalani, cedera apa yang mereka sembunyikan, atau betapa seringnya mereka ingin berhenti tapi memilih lanjut.

Ironisnya, kita jarang membandingkan diri dengan versi kita yang kemarin. Kita lebih sibuk mengukur jarak dengan orang lain yang jalurnya bahkan mungkin berbeda arah. Ini juga sama dengan prinsip kebahagiaan. Kenapa kita cenderung tidak bahagia? Padahal, bahagia itu sangat mudah, yang sulit adalah menggunakan standar bahagia orang lain.

Namun, kabar baiknya, hidup bukan lomba dengan satu garis finis. Dalam buku Four Thousand Weeks, Oliver Burkeman mengingatkan bahwa waktu manusia terbatas, dan obsesi mengejar semua hal justru membuat kita kehilangan makna dari apa yang sedang dijalani. Dengan kata lain: kita tidak tertinggal, kita hanya hidup.

Setiap orang memulai dari titik yang berbeda, membawa beban yang berbeda, dan berjalan dengan kecepatan yang berbeda. Ada yang cepat karena jalannya lurus. Ada yang lambat karena harus belajar berbelok, berhenti, lalu bangkit lagi. Dan tidak ada satu pun yang salah.

Mungkin kita tidak sejauh orang lain. Mungkin kita belum sampai ke tempat yang kita inginkan.
Tapi jika hari ini kita masih melangkah, meski pelan; itu tetap kemajuan.

Tidak semua progres terlihat di permukaan. Ada yang sedang membangun mental. Ada yang sedang merapikan luka. Dan itu semua juga perjalanan.

Mungkin itu kabar buruk bahwa kita 'merasa' tertinggal.
Tapi kabar baiknya, kita masih berjalan di jalur hidup kita sendiri.

So, good luck and have a nice day! 

0 Komentar

Gocicil Tokopedia
Finologi Ads