Day 23: Sendiri di Tengah Keramaian

 

#30HariBercerita
20260123

Halo, semuanya!

Ada hari-hari ketika kita dikelilingi banyak orang, tapi tetap merasa sendirian. Percakapan berjalan, tawa terdengar, notifikasi datang silih berganti, namun ada ruang kosong yang tidak terisi. Bukan karena tidak ada siapa-siapa, melainkan karena tidak semua kehadiran benar-benar menyentuh.

Kabar buruknya, merasa sendirian di tengah keramaian itu membingungkan. Kita mulai mempertanyakan diri sendiri; apakah kita terlalu tertutup, atau memang sedang berada di lingkar yang salah. Kesepian jenis ini lebih sunyi, karena dari luar semuanya tampak baik-baik saja.

Namun, kabar baiknya, perasaan ini sering menjadi penanda. Penanda bahwa kita butuh koneksi yang lebih jujur, bukan sekadar kebersamaan yang ramai. Ia mengingatkan kita untuk lebih peka pada apa yang benar-benar kita butuhkan: didengar, dipahami, atau sekadar ditemani tanpa harus menjelaskan terlalu banyak.

Kesendirian di tengah keramaian tidak selalu berarti kehilangan; kadang itu ajakan untuk memilih dengan lebih sadar. Memilih relasi yang memberi ruang bernapas, bukan yang menguras. Dan dari situ, kita belajar bahwa kualitas kehadiran jauh lebih penting daripada jumlahnya.

Mungkin itu kabar buruk jika kita merasa sendirian di tengah keramaian. Tapi kabar baiknya, kita jadi tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan.

So, good luck and have a nice day!

0 Komentar

Gocicil Tokopedia
Finologi Ads